Jumat, 24 Mei 2013

Sayap untuk malaikatku :)


Perjuangan cinta memang tak mudah, cinta memang selalu membuatku tak mampu untuk berkutik. Lelaki itu, dia sangat menarik perhatianku. Harus ku akui, aku menyukainya sejak awal berjumpa dengannya. Rifa, lelaki yang sangat ku dambakan. Dia mampu menggetarkan hatiku dikala ku berpapasan dengannya, tak pernah terpikir olehku jika aku akan bertemu pangeran setampan dia. Semenjak aku berjumpa dengannya, tak ada satu malam pun yang terlewatkan oleh bayangnya, dia selalu muncul dalam mimpiku. Lelaki terindah, senyumnya menggetarkan gelora jiwaku.
“Hai, Yu.. “  Suara merdunya membuyarkan lamunanku.
“ Ah, eh, iya. Maaf  Rif..“ kataku seraya menggaruk kepala belakangku yang tak terasa gatal.
“Kamu kenapa Yu? Ko gelagapan gitu, kamu ngelamun ya? Ngelamunin apa sih, sampai serius begitu? “ katanya seraya tersenyum padaku.
“ Kamu tampan, Rif. “ Kataku. Dia selalu mampu membuatku mati gaya dihadapannya. Aku terlalu mencintainya, andai saja aku mampu mengungkapkan semua rasaku padanya, sayangnya tidak.
“ Hahaha, kamu bercanda mulu Yu.. Udah ah, jadi malu..”  
“ Eh, maaf, maaf Rif. Keceplosan, tapi memang benar, kamu tampan rif. Hehe “
“ Yah dasar kamu. Yasudah aku pergi dulu ya Yu, aku masih ada jam kuliah. ” Katanya seraya berdiri dan berjalan membelakangiku dan melambaikan tangannya.

…Kamu tau , Rif? Tak ada satu detik pun waktu yang ku lalui tanpa bayanganmu, tak ada satu detik pun waktu yang ku lalui tanpa detak jantung ini, detak jantung yang selalu berdetak kencang dikala aku bersamamu, dan dikala aku melihat senyum indahmu Pangeranku.
***
                Aku mulai beranjak pergi dari tempat dudukku, tak ku harapkan ini terjadi, adegan yang ada didepan mataku. Rifa, dia berpelukan dengan Ana. Tubuhku terasa melayang, bagai kapas terbawa hembusan angin. Cintaku, tak pernah terpikir olehku jika aku akan melihat semua ini. Ada satu harapan tertambat jiwa, mengalun dalam dawai yang rapuh karenanya.
“ Yuangka…!” Suaranya membuyarkan lamunanku.
Aku tersenyum seraya melambaikan tanganku padanya.
“ Sini, Yu !” Ajaknya.
“ Ah, iya rif “
Aku berjalan menghampirinya, dengan langkah lunglai tak bertenaga.
“Ada apa?” tanyaku setalh sampai dihadapannya..
“ah tidak, tidak apa-apa. Kamu lagi ngapain disana? Koq sendirian? Oh iya yu, ntar aku gak akan pulang bareng kamu yu.”
“Oh iya, tak apa rif.” 

Aku dan dia memang selalu pulang bersama, karena arah rumah kami pun searah. Tak terasa berbulan-bulan aku selalu bersamanya, aku selalu menyimpan perasaanku padanya. Aku selalu mendengarkan curahan hatinya, dan aku berusaha untuk tegar menghadapi kenyataan bahwa ternyata lelaki yang aku cintai mencintai wanita lain. Mungkin ini sebuah suratan takdir yang telah Allah gariskan untukku, mencintai tanpa dicintai.. Sakit memang, tapi akan kunikmati semua rasa sakit ini demi tetap bersamanya dan demi kebahagiaan dia yang kucintai.. Akan kuberikan sayap kebahagiaan ini untuk dirinya, Prince affen-ku..
***

To be continued..
    


Tidak ada komentar:

Posting Komentar