Perjuangan
cinta memang tak mudah, cinta memang selalu membuatku tak mampu untuk berkutik.
Lelaki itu, dia sangat menarik perhatianku. Harus ku akui, aku menyukainya
sejak awal berjumpa dengannya. Rifa, lelaki yang sangat ku dambakan. Dia mampu
menggetarkan hatiku dikala ku berpapasan dengannya, tak pernah terpikir olehku
jika aku akan bertemu pangeran setampan dia. Semenjak aku berjumpa dengannya,
tak ada satu malam pun yang terlewatkan oleh bayangnya, dia selalu muncul dalam
mimpiku. Lelaki terindah, senyumnya menggetarkan gelora jiwaku.
“Hai, Yu..
“ Suara merdunya membuyarkan lamunanku.
“
Ah, eh, iya. Maaf Rif..“ kataku seraya
menggaruk kepala belakangku yang tak terasa gatal.
“Kamu kenapa
Yu? Ko gelagapan gitu, kamu ngelamun ya? Ngelamunin apa sih, sampai serius
begitu? “ katanya seraya tersenyum padaku.
“
Kamu tampan, Rif. “ Kataku. Dia selalu mampu membuatku mati gaya dihadapannya.
Aku terlalu mencintainya, andai saja aku mampu mengungkapkan semua rasaku
padanya, sayangnya tidak.
“ Hahaha, kamu
bercanda mulu Yu.. Udah ah, jadi malu..”
“ Eh, maaf,
maaf Rif. Keceplosan, tapi memang benar, kamu tampan rif. Hehe “
“ Yah dasar kamu.
Yasudah aku pergi dulu ya Yu, aku masih ada jam kuliah. ” Katanya seraya
berdiri dan berjalan membelakangiku dan melambaikan tangannya.
…Kamu tau ,
Rif? Tak ada satu detik pun waktu yang ku lalui tanpa bayanganmu, tak ada satu
detik pun waktu yang ku lalui tanpa detak jantung ini, detak jantung yang
selalu berdetak kencang dikala aku bersamamu, dan dikala aku melihat senyum
indahmu Pangeranku.
***
“ Yuangka…!”
Suaranya membuyarkan lamunanku.
Aku tersenyum
seraya melambaikan tanganku padanya.
“ Sini, Yu !”
Ajaknya.
“ Ah, iya rif “
Aku berjalan
menghampirinya, dengan langkah lunglai tak bertenaga.
“Ada apa?”
tanyaku setalh sampai dihadapannya..
“ah tidak,
tidak apa-apa. Kamu lagi ngapain disana? Koq sendirian? Oh iya yu, ntar aku gak
akan pulang bareng kamu yu.”
“Oh iya, tak apa
rif.”
Aku dan dia
memang selalu pulang bersama, karena arah rumah kami pun searah. Tak terasa
berbulan-bulan aku selalu bersamanya, aku selalu menyimpan perasaanku padanya.
Aku selalu mendengarkan curahan hatinya, dan aku berusaha untuk tegar
menghadapi kenyataan bahwa ternyata lelaki yang aku cintai mencintai wanita
lain. Mungkin ini sebuah suratan takdir yang telah Allah gariskan untukku,
mencintai tanpa dicintai.. Sakit memang, tapi akan kunikmati semua rasa sakit
ini demi tetap bersamanya dan demi kebahagiaan dia yang kucintai.. Akan kuberikan sayap kebahagiaan ini untuk dirinya, Prince affen-ku..
***
To be continued..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar